Gambling app_Crown Betting Network_Buy lottery app_Baccarat Probability Play_Online live casino

  • 时间:
  • 浏览:0

– Fira ABaccarat Crystalmalia (24 tahun)Baccarat Crystal, Malang

– Hairum Felayati (25 tahun), Baccarat CrystalpaBaccarat Crystaldang

“Kalau menurutku, karena jika dibanding cowok, cewek punya fisik yang lebih lemah, jadi sebisa mungkin jangan bikin kita capek. Masa aku harus jalan kaki atau naik angkutan umum kalau kemana-mana? Butuh diantar jemput dong. Nanti kalau betisku gede gara-gara jalan kaki terus ‘kan yang malu cowokku juga.”

Kalau dipikir-pikir memang betul sih kalau cewek lebih banyak kebutuhannya. Pernak pernik pakaian, bisa jadi salah satu contoh. Itu baru pakaian, lho. Meskipun masih harus diperdebatkan apakah hal-hal yang dianggap cewek sebagai kebutuhan itu memang benar-benar penting atau tidak, tetap saja dalam urusan kebutuhan harian, cewek berada diatas cowok.

Banyak, lho cowok yang memaksa ceweknya supaya fokus dengan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, dan nggak kerja. Namun kalau keadaannya pas-pasan, cewek mana bisa diam diri. Nggak heranlah kalau cewek banyak yang meningkatkan standar tentang jodoh mereka, terutama soal masalah finansial.

Benar, cewek kebanyakan memikirkan nggak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk ke depannya bagaimana. Maka dari itu, cewek butuh kepastian soal finansial demi menghadapi masa depan bersama, termasuk ketika nanti saat sudah mempunyai anak.

Ini jawaban yang masuk akal juga sih. Kadang cowok menuntut ceweknya supaya terus menjaga penampilan. Namun kalau nggak ada modalnya, ya, gimana? Bayar pakai daun? Emangnya film horor jadul~

Alasan ini memang masuk akal banget sih. Zaman sekarang mana bisa hidup tanpa duit. Semuanya butuh duit. Mulai dari kebutuhan primer, sekunder, sama tersier, setiap manusia pasti perlu mencukupinya. Mana kenyang kalau dikasih makan cinta.

“Bukannya  malas, tapi biar fokus dengan urusan rumah tangga dan ngurus anak, cewek mending di rumah saja. Nggak perlu ikut susah payah kerja buat bantu ekonomi keluarga, kan cowoknya sudah bisa mencukupi kebutuhan. Makanya aku cari aman kalau soal cowok.”

– Nurul Sari (24 tahun), Jakarta

“Kalau kataku wajar sih. Cewek ‘kan rata-rata memang pemikir handal soal ke depannya gimana. Kita semacam nggak hanya butuh kepastian mengenai masa depan hidup kita sendiri, tapi juga untuk anak-anak kita nanti. Bayangkan saja nanti anak-anak kita kelak pasti bakal perlu banyak kebutuhan, terutama dari sisi pendidikan. Itu paling penting menurutku.”

– Lembayung Kirana (21 tahun), Bandung

“Eits, jangan salah, lho. Cewek itu harus matre supaya cowoknya terus terlecut supaya tetap bekerja keras. Mungkin dari sudut pandang cowok, cewek yang matre bikin kesal, tapi coba deh lihat kebaikan yang berada di baliknya. Cowok pasti bisa lebih semangat lagi untuk bisa membuat ceweknya lebih cinta.”

– Nadia Nur (20 tahun), Semarang

Di antara alasan-alasan sebelumnya. Cowok pasti paling bisa lebih menerima tentang ini. Meskipun di satu sisi cowok bisa merasa tak ubahnya budak bagi si pasangannya. Ambil baiknya aja deh. :p

“Cewek itu butuh biaya, lho. Perlu nyalon, perlu perawatan, dan perlu krim pagi-siang-malam. Makanya butuh materi yang banyak biar bisa mempercantik diri sendiri. Toh kalau cantik, nantinya pun buat pasangan kita sendiri ‘kan? Nggak bakal malu-maluin di depan teman-teman atau keluarga pasangan. ”

– Rissa Risyana (23 tahun), Tasikmalaya

Di mata cowok, mempunyai cewek yang matre itu lebih dari sekadar menambah beban. Grup musik 8 Ball saja pernah lantang menyampaikan pesan, “Cewek matre ke laut aje.” Namun, kali ini Hipwee Boys nggak mau terlalu ikut menjustifikasi. Kami malah mau mengungkapkan unek-unek dari beberapa cewek kenapa harus matre. Yuk, kita simak aja gimana sih pendapat cewek pada istilah “matre”!

– Silvia Ayu (23 tahun), Batang

Itulah beberapa pendapat cewek-cewek tentang kenapa cewek harus matre. Kalau kita sebagai cowok bisa mempertimbangkannya lagi, sebenarnya perangai matre itu bisa kita masukan ke ‘kotak yang menampung kebaikan’ juga, lho. Memang benar bahwa matre terkesan ngga punya hati, tapi di sisi lain ada beberapa fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa sisi cewek memang harus matre. Tinggal kitanya saja menyikapinya: menjadikannya sebagai momok menakutkan atau malah jadi lecutan positif tersendiri. Semangat mengejar duniawi, guys!

“Kita nggak lagi hidup di zaman berburu dan meramu. Kita sekarang hidup di mana semuanya butuh uang. Nggak bakal bisa bikin kenyang kalau cuma pakai cinta. Terserah orang bilang aku matre. Nggak munafiklah.”

Sejatinya, cowok mengklasifikasi perangai-perangai cewek ke dalam dua kotak. Dua kotak tersebut tertanam di dalam pikiran mereka. Kotak pertama jadi tempat untuk perangai baik, sedangkan kotak kedua eksis untuk menampung perangai buruk. Namun yang bakal Hipwee Boys bicarakan kali ini adalah salah satu isi perangai cewek yang berada di kotak buruk, yaitu matre.

Lewat pernyataan di atas, kalau dipikir-pikir cewek memang mirip kucing ya? Bakal lebih jinak kalau kita berikan perlakuan manja. Kalau nggak, ya, bakal galak. Hii…

“Aku jadi inget pertanyaan temenku, ‘cewek itu apa aja sih yang dibutuhinnya?’. Terus aku jawab dari satu hal doang, yaitu pakaian. Aku sebutin aja semua yang perlu dipakai cewek mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Cewek itu butuh kecukupan, apalagi kalau nanti habis nikah. Dan cowok jelas harus memberikan kecukupan buat cewek. Rumah yang cukup, mobil yang cukup, pakaian yang cukup dan hal-hal lainnya.”