Selain PJJ, Adakah Metode Pembelajaran Lain yang Bisa Diterapka「Football betting rebate」n?

  • 时间:
  • 浏览:0

Ia mFootball betting rebateenjeFootball betting rebatelaFootball betting rebatesFootball betting rebatekan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah anak-anak sFootball betting rebateudah mulai bosan belajar di rumah karena salah satunya mereka belajar di rumah didampigi orangtuanya yang belum tentu mengerti materi.

Yakni, zonasi harus dipastikan berlaku baik bagi murid, sekolah atau gurunya.

Baca juga: 463 Juta Anak di Dunia Disebut Alami Kesulitan Akses Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh karena itu, pihaknya mengizinkan pembelajaran tatap muka dilakukan untuk sekolah yang berada di wilayah zona hijau dan kuning.

"Walau boleh, tapi bukan berarti harus. Kita masih mementingkan otonomi prerogratif setiap kepala daerah, kepala sekolah, dan orangtua," kata dia.

Baca juga: Terobosan Merdeka Belajar Nadiem Makarim, Ubah Sistem Zonasi hingga Hapus UN

Akan tetapi, model pembelajaran yang akrab disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini tak selamanya lancar.

Sejumlah kendala dihadapi para siswa, di antaranya masalah kuota, maupun sinyal internet.

“Kata kunci Covid-19 ada di pergerakan manusia. Artinya dasarnya bukan di sekolah di zona kuning, hijau. Tapi guru dan murid-muridnyanya dari zona mana?” kata dia.

Pengamat pendidikan sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Drs Koentjoro menilai, harus ada kejelasan dahulu terkait dengan sistem zonasi untuk pembukaan sekolah yang ada saat ini.

Pihaknya menekankan mengenai pentingnya pembagian sistem zonasi yang tidak hanya didasarkan lokasi sekolah yang hanya berada di tingkat kabupaten atau kecamatan.

“Ada atau tidak ada PJJ dasarnya satu, sekolah boleh diselenggarakan kalau zona kuning dan hijau. Terus dasarnya apa, apakah kuning hanya sekolah di zona kuning terus gurunya dari zona apa? Muridnya apa? Enggak jelas,” ujar Koentjoro saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Akan tetapi pembelajaran tatap muka tersebut bergantung kebijakan pemda, kepala sekolah, serta orang tua murid.

KOMPAS.com – Adanya pandemi virus corona, mengakibatkan pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah dilaksanakan secara online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Akan tetapi menurutnya, sistem zonasi ini harus diperkecil sampai ke tingkat kelurahan, dengan mempertimbangkan pula zonasi dari siswa dan guru.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Zona Hitam di Surabaya dan Mengapa Bisa Terjadi?

Melansir Kompas.com (7/8/2020) Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 menimbulkan dua dampak serius, yakni ancaman putus sekolah dan risiko generasi yang hilang.

Baca juga: Curhatan Seorang Guru di Tengah Pandemi Corona...

Lantas sebenarnya, adakah model pembelajaran yang pas dilakukan di era pandemi selain PJJ?